Artikel
Desa Membangun Indonesia
23 Juni 2018 03:19:33
Administrator
371 Kali Dibaca
Perpustakaan
Menemukan ruh pembangunan yang memberdayakan tidaklah mudah. Reformasi di Indonesia pada tahun 1998 telah memilih sis-tem desentralisasi. Otonomi daerah menjadi konsep operasionalnya. Bukan tidak berhasil, tapi penyelenggaraan otonomi daerah ternyata belum mampu melahirkan kesejahteraan bagi lapisan masyarakat ter-bawah yang hidup di desa. Bahkan gini rasio 1 terus meningkat sudah di atas 0,41 yang menandakan kesenjangan ekonomi yang semakin lebar. Otonomi daerah cenderung jamak menyediakan karpet merah bagi kelompok usaha untuk mengelola sumber daya alam daerah. Tidaklah mengherankan bahwa di era otonomi daerah lengket dengan paradigma market driven development dan desa masih terpinggirkan.


Lomba Bulan Bahasa Bali di Kelurahan Semarapura Kauh
Posyandu ILP di Banjar Sangkanbuana
Posyandu ILP di Banjar Pegending
Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Kelurahan Semarapura Kauh
Musrenbangkel Kelurahan Semarapura Kauh
Posyandu ILP di Banjar Budaga
Vaksinasi Rabies di Kelurahan Semarapura Kauh
KEGIATAN PE (PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI) DBD DI LINGKUNGAN BUDAGA
Kegiatan Posyandu Lansia dan Senam Lansia di Balai Banjar Pegending
MONITORING PENDUDUK PENDATANG
Kegiatan Warung PKK
Posyandu Lansia dan Senam Lansia di Banjar Pegending.
Kegiatan Posyandu Balita, Serah Terima Antropometri dan Penyuluhan KB di Banjar Pegending