Aktivitas Bercocok Tanam Padi Gafatar Dihentikan Warga

  • 04 Februari 2015
  • Dibaca: 580 Pengunjung
Aktivitas Bercocok Tanam Padi Gafatar Dihentikan Warga

Aktifitas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dihentikan oleh masyarakat Desa Besang di subak Susut, wilayah Subak Akah. Aktifitas ini dihentikan mengingat penyakap atau penggarap tanah mengajak organisasi Gafatar melakukan aktivitas tanpa pemberitahuan di lingkungan setempat. Melihat kondisi tersebut, Babinkamtibmas Kelurahan Semarapura Kauh, Babinkamtibmas dan Babinsa Polsek Klungkung turun memediasi persoalan tersebut, Rabu (4/2) kemarin.

Kejadian ini berawal dari penyakap tanah, Zainulah (36) hendak bercocok tanam padi dilahan milik Made Sudana (15 are) dan Nengah Wiryawan (14 are). Hanya Zainulah bercocok tanam mengajak anggota Gafatar dengan dalih mengadakan pelatihan bercocok tanam bersama 30 anggota Gafatar yang ada di Klungkung. Bahkan anggota Gafatar ini menggunakan seragam oranye bertuliskan Gafatar melakukan aksinya sejak pukul 07.30 wita.

Aksi bercocok tanam ini kemudian diketahui oleh Kepala Lingkungan Besang Kawan, Putu Sedana Yoga. Memang aktifitas Gafatar tersebut dilakukan tanpa ada pemberitahuan kepada pihak Kepala Lingkungan dan Kelurahan Semarapura Kauh.

Sedana Yoga akhirnya menghentikan aktifitas tersebut, mengingat dirinya tidak sepakat di lahan yang juga milik ayahnya ada aktifitas bercocok tanam dan mengajak organisasi Gafatar. Tidak berhenti sampai disitu, pertemuan di lokasi bercocok tanam alot, sehingga beberapa anggota Gafatar dan pemilik lahan dimediasi oleh Babinkamtibmas, Aiptu Ngakan Gede Putra di Kantor Lurah Semarapura Kauh. Dalam kesempatan tersebut, Sedana Yoga yang juga pemilik lahan meminta Zainulah yang menyakap lahan tersebut sejak Tahun 2012 agar berhenti menyakap lahannya.

Namun Zainulah tidak bersedia menghentikan aktifitasnya, dan meminta waktu untuk meninggalkan lahan yang sudah menjadi garapannya sejak Tahun 2012 lalu. “Bagaimana saya bisa pergi begitu saja, sedangkan aset saya masih ada disana,” kelit Zainulah.

Sedana Yoga tak menggubris permintaan Zainulah, dan berharap balik kanan dan bubar jalan terhadap lahan yang dikerjakannya. Diterangkan, lahan itu semula dikerjakan sejak tahun 2012, dan ijin untuk menyakap diberikan oleh ayah Sedana Yoga, Made Sudana dengan bagi hasil 50 berbanding 50. “Saya tidak ada urusan dengan organisasi anda, silakan pergi dari tanah garapan yang milik ayah saya dan tidak ada apa-apa lagi,” hardik Sedana Yoga lagi.

Sedana Yoga juga memberikan batas waktu sampai hari Minggu (8/2) kepada Zainulah untuk meninggalkan lahan tersebut. Zainulah berkilah bahwa kegiatan bercocok tanam yang dilakukannya bersama anggota Gafatar tidak ada motif tertentu. Menurutnya pelatihan bercocok tanam padi yang dilakukann untuk membantu program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan. “Yang kami lakukan hanya untuk membantu pemerintah, bahkan saya ingin mengajar anggota Gafatar cara bercocok tanam,” jelas Zainulah.

Mendengar penjelasan itu, Sedana Yoga justru bersikeras agar Zainulah meninggalkan lahan milik ayahnya. “Sekali lagi saya tidak ada urusan dengan organisasi anda, saya ingin hidup nyaman, anda juga harus menghargai saya,” tegas Sedana Yoga.

Dituturkan Sedana Yoga, kalau menggarap lahannya dengan cara wajar, tidak akan ada masalah, namun karena mengajak organisasi yang disebutkan di media tidak jelas, dirinya juga was-was. “Saya takutnya belakangan hari, mengingat ini lahan milik ayah saya dan lahan milik keluarga saya, saya tidak ingin ada masalah kedepan,” pungkas Sedana Yoga

  • 04 Februari 2015
  • Dibaca: 580 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita